Media Infomasi Seputar Batu Akik

Cara Mengolah Batu Akik Secara Tradisional

Cara Mengolah Batu Akik - Selain berlian, safir dan zamrud masih ada satu lagi jenis batu permata yang banyak diminati oleh masyarakat luas (dunia) yaitu batu akik. Selain karena langka, batu akik banyak dicari karena keindahan serta karismanya yang ditimbulkan. Apalagi jika warna, serat atau bantuknya berbeda dari batu-batu lain. Walau begitu, banyak orang yang merasa sulit untuk memiliki batu ini karena harganya yang terbilang mahal. Apalagi jika batu tersebut sudah diolah dengan pengrajin yang handal dan diberi tali yang berkualitas.


Cara Mengolah Batu Akik Secara Tradisional

Oleh karena itu, untuk mengurangi pengeluaran dalam memiliki batu akik, Anda dapat membeli batu dalam bentuk mentahan (belum diolah) untuk nantinya Anda proses secara manual sendiri. Dengan begitu, Anda dapat menghasilkan batu sesuai keinganan dan sesuai letak yang disukai dengan harga yang lebih terjangkau. Berikut cara mengolah batu akik secara tradisional.

Langkah [1.] Persiapan
Sebelum memulai proses pembuatan batu akik, terlebih dahulu Anda harus menyiapkan beberapa peralatan sederhana. Alatnya sendiri tidak perlu menyerupai pengrajin batu permata profesional.

[a.] Grenda dan batu grenda
Ada beberapa jenis grenda yang biasa dipakai untuk membuat mata cincin, diantaranya adalah grenda potong dan grenda tangan. Selain itu sediakan juga batu grenda tebal.

[b.] Kertas dan kain pasir
Sediakan juga kertas pasir halus beberapa lembar dan kain pasir halus.

[c.] Bambu
Buat potongan bambu berukurang kecil, kira-kira sebesar jari kelingking. Potongannya harus di dekat bagian mata bambu agar lebih kuat.

[d.] Lem Super (SuperGlue, PowerGlue)

Langkah [2.] Pengolahan
[a.] Potong batu akik mentahan sesuai ukuran yang diinginkan menggunakan grenda dan batu grenda. Jangan lupa untuk melakukannya secara perlahan karena biasanya potongan yang akan diambil begitu tipis. Selain itu, usahakan untuk tidak melakukan penekanan yang berlebih saat memegang grenda agar batu tidak mudah retak atau patah. 
[b.] Setelah dipotong sesuai keinginan, siapkan bambu dan lem super. Selanjutnya, rekatkan batu akik ke ujung bambu (usahakan ujung bambu rata) dengan menggunakan lem super tersebut. Perhatikan untuk menahan bambu tetap menempel ke batu, hal tersebut karena lem super memiliki sifat cepat kering.
[c.] Langkah selanjutnya untuk mengolah batu akik secara tradisional adalah dengan cara menyiapkan grenda tebal. Gunakan tangan kiri untuk memegang bambu dan tangan kanan untuk memegang grenda. Selanjutnya Anda dapat menyalakan grenda  dan mengarahkannya ke arah batu.
[d.] Pastikan bahwa bagian batu yang di grenda adalah pola yang benar dan proposional sesuai keinginan. Jika ragu, Anda dapat membuat pola terlebih dahulu di kertas, setelah itu tempelkan pola kebagian belakang batu.
[e.] Selanjutnya, jika batu akik mentahan tersebut sudah memiliki bentuk yang dinginkan (bola, lonjong, prisma, kotak), Anda dapat menggunakan kain kertas untuk menghaluskan permukaan batu akik. Selain itu, gunakan juga air agar batu tidak mengalami cacat atau lecet.

Baca juga cara merawat batu akik yang baik
Demikian pembahasan tentang cara mengolah batu akik secara tradisional. Jika batu akik tersebut dirasa sudah lebih berbentuk, gunakan kertas pasir dan air untuk sekali lagi menggosok permukaan batu. Fungsinya untuk membuat batu lebih mengkilat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mengolah Batu Akik Secara Tradisional